Legimin Syukri

Lahir di Simalungun 21 Maret 1963. Alumni IAIN SU Fakultas Syariah. Pegawai Kemenag Kota Medan....

Selengkapnya
Detik-Detik Menjelang Pernikahan

Detik-Detik Menjelang Pernikahan



Tanggal cantik 17 Agustus 2019, banyak menjadi pilihan pasangan pengantin untuk melaksanakan ijab dan kabul. Kata mereka gampang mengingatnya. Kalau ada yang bertanya kapan kalian menikah? Tinggal menyebut saja HUT RI 74.

Zaman dulu untuk menentukan hari pernikahan, orang tua sibuk kesana kemari mendatangi orang yang dituakan di kampung tersebut. Bukan saja harinya bahkan sampai dengan jam pelaksanaan akad nikahnya. Apa yang disarankan oleh ketua adat, itulah yang diikuti.

Di zaman now ini, calon pengantin yang menentukan sendiri. Bukan saja hari akad nikahnya, bahkan maharnya pun mereka sesuaikan dengan tanggal pernikahannya. Begitu juga tanggal melahirkan anaknya. Kalau memungkinkan tujuh belas Agustus juga.

Saat ini kita sudah merasakan pesta perkawinan pun kembali pada siklusnya. Beberapa tahun yang lalu walimatul u'rsy Jumat ,Sabtu, dan minggu.

Di Medan, kini terlihat kembali lagi seperti zaman dulu. Tidak lagi menentukan hari. Dari Ahad sampai Sabtu. Jika di kantor KUA, hari Senin sampai Jumat.

Penulis masih ingat beberapa tahun yang lalu begitu selesai bulan besar atau Zulhijjah, pernikahan selalu sunyi. Karena mereka masih menganggap ada hari-hari baik dan begitu pula bulan yang lebih afdhal.

Ada bulan-bulan yang mereka yakini cocok untuk melasanakan pernikahan anak-anak dan cucu -cucunya, yaitu: Bulan Maulid, Syawal, Zulqa'dah, dan Zulhijjah. Bulan-bulan ini puncak jumlah pernikahan di Kantor Urusan Agama.

Tujuh belas Agustus dua ribu sembilan belas ini, merupakan hari yang baik. Begitu pas detik-detik kemerdekaan Republik Indonesia ke 74, pas pula penghulu menanyakan: "Sah?" Dan dijawab oleh saksi dengan ucapan "Sah."

Sementara ada dampak penurunan jumlah pernikahan pada bulan-bulan tertentu. Seperti Muharram, Shafar, dan Ramadhan. Penurunan angka pernikahan di bulan yang kita sebutkan ini terjadi di setiap tahun. Hal ini menunjukkan tren menikah di bulan-bulan tersebut kurang disukai.

Nabi kita Muhammad Shallahu a'laihi wasallam menganjurkan kepada umatnya untuk menikahkan anak-anaknya pada bulan Syawal. Untuk menepis anggapan menikah pada bulan Syawal itu pantang.

Beliau bersabda: "Sayyidah 'Aisyah rahimahullahu 'anha berkata: Rasulullah Shallahu 'alaihi wasallam menikahiku pada bulan Syawal dan mengadakan malam pertama pada bulan Syawal. Istri Rasulullah mana yang lebih beruntung ketimbang diriku di sisi beliau." (HR. Muslim).

Dalam keterangan yang lain menikah pada bulan Syawal dan Zulhijjah di zaman jahiliyah dianggap membawa sial. Nanti pernikahannya tidak langgeng. Mudah bercerai. Padahal tidak demikian. Karena semua bulan yang Allah ciptakan adalah baik.

Wallahu 'alam bisshawab. Wailallahi turjaul umur.
Baity jannati, 22 Agustus 2019.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Wow menikah Bulan Agustus, biar semarak Abah, hehehe. Teruntai doa untuk Abah agar tercurah rahmat Allah untuk kesehatan Abah dan barakallahu fiik

23 Aug
Balas

Ijab dan kabulnya bersamaan dengan detik-detik Proklamasi. Barakallah sehat selalu Ibu Siti

23 Aug
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali